| Aku: | |
| Aku ingin matamu memandangku lagi dengan pandangan merapimu. Kepadamu yang selalu membuatku bodoh,aku membencimu, tapi aku percaya padamu. Bodoh. Namun, hatiku menyetujuinya. | |
| Aku: | |
| Berusaha untuk memahamimu itu adalah pekerjaan sia-sia. Biarkan saja aku menggeluti diriku dengan misterimu. Aku tidak perlu memahamimu, aku hanya ingin kau menerimaku. | |
| Aku: | |
| Aku tahu batasmu dan batasku adalah sebuah persimpangan yang akan berbelok, tidak pernah bisa berjalan sejalan. Batas kita ada. Lalu, itukah sebabnya kamu tidak mau memahamiku? | |
| Aku: | |
| Cinta satu dimensi jangan diberlakukan. Cinta itu universal. Seluas bentangan cakrawala. Aku ingin menembus garis-garisnya, dan merasakan cintamu dalam bentuk lain. | |
| Aku: | |
| Apa jawabMu??? | |
| Kamu: |